Dermawan Kecil TK Khalifah

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
di tanah kering bebatuan

Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih

Kawan coba dengar apa jawabnya
ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya telah lama mati
ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Betapa dalamnya makna lagu di atas.. Benar-benar menggambarkan apa yang sedang terjadi di negeri kita tercinta. Apakah tidak cukup membuat hati kita bergetar sehingga terketuk nurani kita untuk mengulurkan tangan kepada saudara2 kita di sana?

Karena sungguh tak ada batasan untuk memberikan bantuan. Tidak ada peraturan khusus, batasan usia, bahkan bagaimana manifestasi dari bantuan kita. Terlebih di situasi dan kondisi seperti saat ini, saat gempa dan tsunami memporakporandakan Palu, Donggala dan Sigi.. bantuan dalam bentuk apapun insyaallaah akan sangat dibutuhkan.

Kabar duka ini sampai di telinga anak kami yang berusia 4 tahun, dan subhanallaah gadis kecil yang manis ini dengan tulus menyumbangkan seluruh tabungannya yang telah ia kumpulkan sejak beberapa tahun lalu. Tidakkah kiranya kisah ini bisa menjadi salah satu motivasi sekaligus cambukan bagi kita orang dewasa..

Tetapi tidak bagi Aulia Najwa Arrosyid yang akrab disapa Najwa . Siang tadi, Najwa yang masih duduk di Kelompok Bermain KB TK Khalifah 25 Semarang membawa celengan gajahnya ke kelas.

“Awalnya Kak Najwa nabung dengan motivasi buat beli sepeda, Bunda..” papar Mama Najwa.

Najwa mengetahui berita tentang gempa dan tsunami dari ayahnya. Besarnya kerusakan yang ditimbulkan, dan banyaknya korban yang berjatuhan, membuat Kak Najwa tergerak untuk menyumbangkan tabungan celengannya.

Tanpa suruhan, tanpa paksaan, ketika sekolah mengadakan penggalangan dana Peduli Palu yang diumumkan beberapa hari sebelumnya, Kak Najwa pun membawa celengan kesayangannya. Uang di celengan gajah itu berasal dari sisa uang jajan yang setiap hari ia kumpulkan.

Masyaallaah, betapa besarnya hati Kak Najwa, disaat kebanyakan dari anak-anak lain jaman now seringkali menginginkan sesuatu yang dihiasi dengan rengekan, ngeyel, ingin ini itu apalagi dengan tabungan sendiri yang sudah susah payah dikumpukan, tapi tidak dengan Kak Najwa. Hatinya segera terketuk begitu mengetahui saudara-saudaranya di Palu butuh bantuan.

Berikut foto Kak Najwa waktu buka celengan di sekolah..
.
.
Alhamdulillaah, banyak sekali Kak, barakallaah shalihah.. Insyaallaah tabungan Kak Najwa dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Aamiin.

Tidak hanya Kak Najwa, tetapi semua teman-teman di TK Khalifah ikut serta dalam penggalangan dana Peduli Palu loh.. mereka dengan ikhlas hati menyumbangkan sebagian rizki mereka untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya.. masyaallaah.

…..

Mungkin kisah ini bukan satu2nya.. Tetapi seharusnya bisa membuat kita berpikir dan bercermin, apakah hati kita sebersih hati Kak Najwa.. Apakah cara berfikir kita sudah benar dan tidak melulu memandang hidup dan segala kesulitannya hanya dengan skala prioritas. Apakah kita sudah bisa berhenti menjalani hidup dengan kalkulasi sendiri? Sibuk dengan untung rugi smpai lupa berbagi rezeki.. Astaghfirullahaladziim..

Mari kita tingkatkan lagi kualitas hidup kita, bukan di mata manusia tapi di hadapan Allah taala. Bersedekah, beramal shalih, berakhlaq karimah.. Ingatlah jika sesuatu terjadi, maka hal pertama yg harus kita lakukan adalah introspeksi. Karena semua bencana bersumber dari perilaku manusia itu sendiri..

Semoga saudara2 kita di sana segera diringankan bebannya, disembuhkan lukanya, diobati duka laranya sehingga bisa segera bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik..