Kurikulum Play Group

Secara umum, Play Group menerapkan kurikulum yang mengacu pada kurikulum standar kompetensi yang diterbitkan oleh Diknas. Namun disana sini terdapat muatan lokal yang di desain untuk menumbuh kembangkan potensi anak.
Program yang digunakan / dilaksanakan antara lain berupa :
• Permainan
• Bercerita
• Bernyanyi
• Berdarmawisata / Outing
• Demonstrasi
• Tugas kelompok
• Latihan
Pada dasarnya pula kurikulum disusun untuk menyeimbangkan antara pembentukan sikap dan pengembangan potensi dasar. Dari sini kurikulum juga harus mengkaji dari berbagai sumber, seperti panduan dari menu generic serta berbagai kajian perkembangan anak usia prasekolah. Dengan menggunakan prinsip enjoyfull learning dalam penerapan pembelajaran dengan tetap mengembangkan potensi Multiple Intelegences, diharapkan anak berkembang menjadi anak yang berakhlak karimah. Akhlak yang mencontoh rosullulloh, tandasnya seorang muslim entrepreneur.
Dalam pelaksanaan sarana dapat dibangun di atas rumah atau bangunan serta dirancang menjadi beberapa sentra. Masing masing sentra memiliki ke khasan tersendiri daplam proses pembelajaran. Harapannya tiap sentra ini menjadi rumah kedua bagi anak.
Diselaraskan dengan nilai-nilai agama Islam. Ini dikonkretkan tiap hari melalui sapaan, tepukan lagu, cerita, doa, wudhu, sholat dhuha berjamaah, lingkungan belajar, dan lain-lain, sehingga anak merasakan kebanggaan umat Nabi Muhammad SAW.
Terdapat kurikulum tambahan yang sangat dibutuhkan di jaman ini adalah adanya materi yang memperkaya tentang entrepreneurship atau kewirausahaan yang menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri anak. Bukan hanya pada otak kiri saja
Kurikulum play group yang diperkaya dengan kurikulum khusus Entrepreneur Kids ini akan menjadikan anak sejak dini akan bercita-cita menjadi entrepreneur / pengusaha. Kurikulum ini harus dikonkretkan tiap hari melalui sapaan, tepukan, lagu, cerita, doa, sholat dhuha, simulasi, outing, lingkungan belajar, dan lain-lain. Tentunya, semua ini disampaikan dalam bahasa anak dan turut membentuk karakter anak. Anak anak diharapkan menjadi seorang pemimpin, karena pada hakikatnya entrepreneur adalah pemimpin.
Barack Obama berhasil menjadi presiden, Tantowi Yahya berhasil menjadi selebriti dan Purdi Chandra berhasil menjadi pengusaha, karena sejak kecil mereka telah bercita-cita sedemikian, walupun saat itu kurikulum play group belum mengacu pada itu. Menjadi pemimpin merupakan pikiran bawah sadar, dan harus dimasukkan ke dalam alam pikiran mereka. Inilah yang menjadi salah satu unggulan kurikulum yang berbasis tauhid dan entrepreneurship, mencetak generasi yang meneladani Rosululloh SAW.

Facebook
Google+
Twitter

Penerimaan Siswa Baru

TK Khalifah membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2019/2020