Mendidik Anak di Usia Raja

Memang tidak ringan beban menjadi orang tua dalam mendidik anaknya. Sering kita lihat orang tua mengeluh tentang keadaan anaknya, bukan karena fisiknya namun karena akhlaknya. Banyak anak yang menjadi berani dengan orang tua, tidak mempunyai sopan santun dengan orang yang lebih tua, lebih lebih dengan anggota keluarga yang lebih tua. Barangkali kalau kita mau instropeksi bukan karena anaknya yang nakal, namun bisa jadi karena didikan kita dalam keluarga dan lingkungan menjadikan anak kita sedemikian itu. ada teori mengenai pendidikan anak yang disampaikan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib mengenai sikan orang tuadalam mendidikn anaknya saat mereka di usia emas. Saat mereka berada pada usia raja. Apa nasehatnya beliau ?
Nasehat yang pernah disampaikan sang khalifah tentang cara mendidik anak ini merupakan nasehat jitu. Dimana menurutnya ada tiga periode perlakuan dalam masa anak bersama orang tua pendidiknya, tiga periode itu adalah :
1. Periode tujuh tahun pertama anak sebagai raja.
2. Periode Tujuh tahun kedua anak sebagai tawanan.
3. Periode tujuh tahun ketiga anak sebagai teman dekat.
Ketiga periode ini hendaknya dijadikan pedoman dalam mengelola pendidikan anak kita. Bisa jadi ketika kita memperlakukan dengan kondisi yang tidak semestinya, akan berakibat seperti yang tidak kita inginkan. Orang tua tidak bisa memperlakukan anak sebagai raja terus menerus, tentunya ada batasannya.
Sebagaimana seorang raja anak selalu dipuji-puji, senang disayang-sayang, senang dikelilingi orang-orang tercinta, tidak mau dikritik, maunya dilayani,maunya dituruti keinginannya, sulit disuruh-suruh, apalagi dimarahi. Dalam konsisi ini orang tua / pendidik harus pandai pandainya mengendalikan kemauannya. Kalau tidak, seorang anak ini akan menjadi raja yang lalim, bisa bisa akan memperbudak orang tuanya sendiri.
Banyak orang tua yang kemudian menjadi stress gara gara memikirkan kemauan anaknya. Memang ini menjadikan wujud kasih sayangnya. Tapi perlu diingat kasih sayang pun harus di kelola. Orang tua / pendidik hendaknya menjadikanlah ia seorang raja yang baik. Raja yang baik tau berterimakasih.
Dengan kasih sayang yang sepantasnya orang tua jangan takut untuk tidak disayang sama anaknya. Anak akan sayang pada orang tua jika orang tua memperlakukannya dengan sepantasnya. Bagaimana sikap orang tua / pendidik kepada anak di usia ini?
Diantaranya adalah dengan mengajarkan hal-hal yang benar dengan metode mendorong sang anak, tidak dengan kritikan. Berikanlah pujian anda ketika sang anak melakukan hal-hal yang benar. Maka akan tumbuhlah sifat-sifat baiknya.
Jika pada masa ini orang tua terlalu banyak marah-marah, mengkritik sang anak karena terlalu nakalnya, maka orang tua akan merusak dua hal yakni merusak dirinya sendiri dan sekaligus anaknya. Bila kritikan tidak diperhatikan, orang tua akan tambah stres. Ini merupakan pekerjaan seni, ya seni mengelola hati dan seni mengelola kasih sayang.
Selain hal diatas perlu kiranya lingkungan anak juga dilihkan dengan lingkungan pendidikan yang dapat mengelola akhlaq ini. Terlebih lebih lingkungan yang bernuansa tauhid. Dengan demikian anak akan terbiasa dengan akhlak yang baik, mencontoh orang tua, ibu guru dan pendidik yang berakhlaqul karimah. Ini pentingnya mengelola anak di usia raja. Semoga para orang tua tidak salah dalam mengelola usia emas, yang mana jua merupakan usia raja ini, dengan memperlakukan kasih sayang yang benar dan memilihkan lingkungan maupun memilihkan sekolah / penitipan yang dapat menjadikan anak sebagai raja yang bijak, anaksebagai raja yang berakhlaqul karimah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>