Merangkai Moral …

Salahkah jika anak kita suatu saat nanti menganggap bahwa warisan yang paling berharga dari kedua orang tuanya adalah moral???
Bukan sekedar harta melimpah, mobil mewah, rumah megah, tanah luas membentang atau harta benda yang kelak akan binasa.
Menurut bapak Miftahul Jinan dalam bukunya “ Aku Wariskan Moral Bagi Anakku”, “Kita dapat mewariskan apa saja dari harta yang berupa rumah, tanah, mobil, saham, deposit, perusahaan, dan lain-lain. Namun pastikan dalam setiap hal yang kita wariskan terdapat nilai atau moral yang menyertainya. Tanpa nilai atau moral yang kita wariskan kepada anak-cucu, maka harta yang kita berikan justru akan menjadi fitnah bagi mereka di kemudian hari.”
Alangkah mulianya orang tua yang berkomitmen untuk mewariskan moral pada anak-anaknya. Kenapa saya bilang mulia, karena proses pewarisan moral itu tidak bisa didapat dalam satu atau dua tahun saja. Moral didapat dari rangkaian peristiwa jalan kehidupan anak-anak kita disetiap detiknya tak ada yang terlewat. Bahkan sejak lahir hingga entah kapan Allah memanggilnya kembali.
Rangkaian moral dari setiap kejadian hanya bisa didapat ketika para orang tua “ngeh” kalau ternyata setiap kejadian itu ada “wadah moralnya”. Misalnya saja anak anda mengalami kegagalan dalam ujian sekolah, dikarenakan nilai salah satu mata pelajarannya dibawah rata-rata padahal anak anda sudah belajar sekuat tenaga. Orang tua yang bijak akan berpikir ini kesempatan untuk menanamkan nilai moral pada buah hatinya. Tanamkan kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda, bukan akhir dari segalanya, tanamkan pula kalau ibu dan bapak lebih bangga memiliki anak yang tidak mudah putus asa dan terus mau bekerja keras dan tidak berpangku tangan, serta tanamkan dan katakan pada buah hati kita kalau Allah dan Rosul senantiasa melihat kerja keras kita.
Saya tidak bisa membayangkan alangkah bangganya si anak jika mendapatkan bibit-bibit moral yang sedikit demi sedikit mulai tertanam di dalam hati. Sehingga kelak tumbuhlah pohon yang akarnya “iman” percaya bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan apa-apa yang setiap hamba-Nya perbuat, dan muncullah berbagai buah yang manis, harum dan menyebar manfaat bagi orang banyak. Buah itu buah kejujuran, integritas, percaya diri, ketekunan, optimis, pantang menyerah, loyalitas, amanah, dapat dipercaya dan buah-buah lainnya yang nilainya hanya kebaikan moral semata di mata-Nya maupun dimata semua makhluk-Nya.
Pesanku untuk semua orang tua ataupun calon orang tua. “Rangkailah moral buah hati kita dengan benar dan cerdas sesuai fitrahnya, karena anak adalah harta yang teramat berharga dari hidup kita.”
Salam Entrepreneur…

Facebook
Google+
Twitter

Penerimaan Siswa Baru

TK Khalifah membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2019/2020