TK khalifah 25 Semarang Mendidik Anak Jadi Pengusaha Muslim

CEMPAKA EDISI 14. XXII. 2-8 Juli 2011 — Waktu menunjukan pukul 08.00 WIB, suara riang dan gelak tawa anak anak terdengar jelas dari halaman Khalifah Preschool. Suasana halaman TK Khalifah 25 pagi itu di sulap menjadi pasar. Layaknya pasar sesungguhnya, pembeli dan pedagang yang semuanya siswa TK tersebut, Transaksi Bisnis Anak TK Khalifahsaling berbincang melakukan penawaran arang dan harga. Barang yang dijual meliputi mainan anak, aksesoris berupa gelang, bando dan cincin mainan. Kemudian ada makanan ringan seperti snack, minuman botl, susu, donat bolu, pempek, tas, telur hias dan es buah yang tersedia.
“kegiatan ini untuk meneladani sikap Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pedagang yang sukses. Bukan hanya untuk Dunia melainkan juga untuk akhirat,” ujar M.Aziz Muslim S.Kom M.Kom, selaku Ketua Yayasan Al Hanifah.
Dalam kegiatan tersebut anak-anak diajak untuk praktik langsung agar lebih memahami perdagangan yang sesuai dengan nilai-nilai islam “dalam kegiatan ini, yang di eladani adalah sikap ramah dengan pembeli, jujur, persaingan yang sehat, saling bantu antar pedagang, selalu bersyukur dan menyisihkan sebagian keuntungan yang di dapat dalam entuk sedekah. “ tandasnya.
Sebagai sekolah berbasis tauhid dan entrepreneur, pemberian pelajaran Business Day sejak dini diharapkan dapat menibulkan semangat wirausaha dan menanamkan cita cita menjadi pengusaha. Ini jadi salah satu metode pembelajaran Khalifah Preschool dengan membuat anak-anak bercita-cita menjadi seorang pengusaha.
Sebelumnya, siswa yang ikut kegiatan tersebut terlebioh dahulu melakuka sholat dhuha bersama. Sholat ini identik dengan shalat rezeki. “Nah, setelah mereka melakukan jual beli, kita engajarkan agar mereka bersedekah dari hasil keuntungan yang didapat dalam perdagangan mereka,” tambahnya.
Menurut Aziz, pendidikan entrepreneur merupakan pendidikan yang erlu ditanamkan pada anak. Dalam penerapanya, pendidikan entrepreneur ini di selipkan dalam tiap permainan yang di lakukan anak-anak.

Praktik Langsung
Sekolah yang bernaung di Yayasan Al Hanifah ini kini memiliki 46 siswa. Dengan jumlah siswa tersebut, terdapat 6 guru pengampu. Dalam satu kelas terdapat dua guru pengampu agar pendidikan menjadi lebih efektif.
TK khalifah juga memberikan kebebasan berexpresi pada anak didiknya. Anak-anak di perbolehkan menggunakan baju bebas sesuai dengan gaya mereka. Hal ini bertujuan membuat suasana yang nyaman bagi mereka. “Dengan cara ini, anak pastinya akan nyaman dalam belajar dan bisa menunjukan ekspresi mereka terutama dalam berpakaian,” pungkasnya.
Untuk kurikulum, skolah yang beralamat di Jl. Karanglo No.64 Semarang ini menggunakan kurikulum diknas yang dipadukan dengan BCCT yang dalam penerapanya terdapat 5 sentra. Selain itu, minat dan bakat anak dapat dipupuk melalui berbagai kegiatan ekstrakulikuler seperti Bahasa Inggris dan Arab, Komputer, Matematika, Seni dan Renang.
Tak hanya sampai di situ, tiap bulan anak-anak akan diajak melakukan field trip ke berbagai tempat yang berhubungan dengan wirausaha seperti pabrik roti, pabrik kopi, bank, dan brbagai tempat produksi lainya. Dalam kegiatan ini, anak anak tidak hanya menonton proses kegiatan produksi, namun juga diajak berperan langsung melakukan kegiatan usaha ini.
“Dengan melakukan praktik langsung pendidikan bisa langsung dimengerti oleh anak anak. Jadi pembelajaran yang diperoleh anak bisa lebih maksimal, “tutup Aziz.

Facebook
Google+
Twitter

Penerimaan Siswa Baru

TK Khalifah membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2019/2020