5 Manfaat Bermain Origami Bagi Anak Usia Dini

Dalam beberapa hal, keterampilan origami adalah sumber daya yang belum dimanfaatkan untuk melengkapi pelajaran matematika dan dapat digunakan untuk konstruksi geometrik dan meningkatkan ketangkasan manual. Selain matematika, origami juga cara yang bagus untuk menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, seni dan matematika secara bersamaan.

Nah, berikut ini sejumlah manfaat dari bermain origami bagi perkembangan dan keterampilan anak, yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Meningkatkan keterampilan motorik halus dan perkembangan otak

Saat bermain origami, anak akan menggunakan jarinya untuk membuat bentuk khusus dari kertas. Kemampuan untuk menggerakkan jari dengan baik dan terampil membuat objek yang terperinci adalah salah satu bentuk cara mengasah perkembangan pada anak.

Salah satu saraf perifer terdapat di ujung jari, dan sering disebut sebagai “otak kedua”. Dengan menggunakan ujung jari saat membuat origami yang terperinci mengirimkan sinyal ke otak dan menjadikan aktivitas ini sebagai salah satu bentuk pelatihan yang baik bagi otak anak.

Membuat origami terbukti meningkatkan keterampilan visualisasi spasial menggunakan pembelajaran langsung. Keterampilan semacam ini memungkinkan anak-anak untuk memahami, mengarakterisasi, dan membangun bahasa mereka sendiri di dunia sekitar mereka.

2. Mengembangkan imajinasi, konsentrasi dan estetika

Origami mengharuskan anak-anak untuk mengetahui cara mencapai hasil akhir, tentunya hal tersebut yang mendorong mereka untuk menggunakan imajinasi. Anak juga akan sering membayangkan hasil akhir di setiap lipatan yang dibuat.

Saat membuat origami, anak akan menggunakan ujung jarinya untuk membuat objek yang terperinci. Ini dapat membantu meningkatkan konsentrasinya. Menggunakan konsentrasi tingkat tinggi untuk melipat berbagai sisi kertas juga meningkatkan kesadaran spasial atau estetika.

3. Mengasah konsep pembagian

Saat melipat kertas menjadi beberapa bagian yang berbeda, ternyata mengajarkan anak bagaimana konsep pembagian yang bisa dilihat langsung secara fisik. Misalnya, jika anak ingin memperoleh bentuk persegi yang kecil, maka ia bisa mencoba untuk melipat kertas di bagian tengah hingga terbagi menjadi dua, lalu lipat kembali di bagian tengah hingga menghasilkan bentuk persegi yang diinginkan. Tindakan melipat kertas menjadi dua dan seterusnya ini juga bisa digunakan untuk menunjukkan konsep tidak terbatas.

4. Ilmu yang menyenangkan

Origami adalah cara yang menyenangkan untuk mengajarkan suatu konsep fisika. Selembar kertas tipis tidak terlalu kuat, tetapi jika melipatnya menjadi sesuatu, maka ia akan lebih kokoh.

Selain itu, origami adalah cara yang menyenangkan untuk menjelaskan macam-macam bentuk molekul. Salah satunya dengan membentuk tetrahedron dan polyhedra dengan tidak sulit.

5. Belajar menyelesaikan persoalan

Origami memberi anak-anak kesempatan untuk menyelesaikan suatu persoalan. Misalnya, perlihatkan bentuk origami dan mintalah anak untuk membuatnya. Mereka mungkin akan berusaha menemukan solusi hingga berhasil membuatnya dengan cara mereka.

 

Sumber : haibunda.com

Facebook
Twitter

INFO PENDAFTARAN

Penerimaan Siswa Baru

TK Khalifah membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2023/2024